Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

menceritakan pengalaman saya berkaitan dengan objek (seni atau desain), dan apa yang membuatmu tertarik untuk meneliti-nya lebih lanjut.

Yang membuat saya tertarik dalam meneliti lebih lanjut sebuah objek karena saya terdorong oleh "rasa ingin tau" hal tersebut sehingga muncullah keinginan untuk meneliti objek seni atau desain.  Setiap masalah mengandung rahasia, saya melakukan penelitian atau penyelidikan adalah untuk mengungkap rahasia.Saya menganggap bahwa dibalik sebuah masalah membutuhkan pemecahan menggunakan penyelidikan untuk menemukan solusi atas masalah yang diteliti. Dalam melakukan penelitian objek seni atau desain, saya selalu dihadapkan pada dua masalah utama yaitu waktu dan tenaga. Atas dasar keduanya ini, maka saya mengupayakan untuk memberi batasan dalam menelitinya, batasan yang di maksud yaitu supaya penelitian dilaksanakan tidak meluas tetapi tetap fokus pada objek yang ingin di analisis. 

Analisis Semiotika Pada Film The Curious Case of Benjamin Button

Gambar
PENDAHULUAN Film merupakan salah satu bidang yang relevan bagi kajian semiotika. Film adalah salah satu yang dihasilkan dari gambar-gambar bergerak yang disatukan. Di dalam film memiliki tanda-tanda Seperti yang dikemukakan Art Van Zoest, film dibangun dengan tanda–tanda semata. Tanda–tanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerjasama dengan baik untuk mencapai efek yang diharapkan. Berbeda dengan tanda–tanda fotografi statis, rangkaian tanda dalam film menciptakan  imajinasi atau sistem penandaan. Pada film digunakan tanda–tanda ikonis yaitu tanda–tanda yang menggambarkan seseuatu. Gambar yang dinamis pada sebuah film merupakan ikonis bagi realitas yang dinotasikannya. Kajian semiotika pada film berlangsung pada teks yang merupakan struktur dari produksi tanda. Bagian struktur penandaan dalam film biasanya terdapat dalam unsur tanda paling kecil, dalam film disebut scene. Scene dalam film merupakan satuan terkecil dari struktur cerita film atau biasa disebut alur. Alur sendiri

KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE KARYA PATUNG RAJUDIN BERJUDUL MANYESO DIRI

Gambar
PENDAHULUAN Upaya seniman dalam menanggapi suatu fenomena selalu diungkapkan ke dalam karya seni, maka dari itu sebuah karya seni yang lahir merupakan realitas baru yang kompleks, bahkan lebih kompleks dari realitas yang sesungguhnya. Karena sebuah karya seni di dalamnya berusaha menyajikan fenomenafenomena yang ada di lingkungannya,memiliki makna dan arti tertentu untuk dibedah dan dianalisis. Latar belakang kebudayaan sangat mempengaruhi seorang seniman dalam melahirkan karyanya seperti perbedaan ideologi, pengalaman, pola pikir, serta visi kesenimanan mereka yang menyebabkan sebuah karya seni menjadi berbeda walaupun dihadapkan dengan objek atau permasalahan yang sama. Daya sensitifitas seorang seniman sangat tinggi dalam merespon kondisi yang ada di lingkunganya, hal ini merupakan proses kreatif. Secara umum proses kratif berasal dari dua energi, yaitu energi dari dalam dan energi dari luar. Energi yang datang dari dalam adalah dorongan yang kuat untuk melahirkan karya seni berdasa

Analisis Objek Kajian Semiotika "Lukisan Karya Reza Sastra Wijaya"

Gambar
PENDAHULUAN Karya seni merupakan sebuah media ekspresi, pemicu utama seorang seniman melahirkan karya seni adalah melalui pengamatan terhadap suatu persoalan atau fenomena yang terjadi di lingkungannya. Fenomena tersebut yang kemudian diekspresikan ke dalam medium seni. Melalui stimulus dan dibekali  dengan pengalaman estetis dari siseniman, maka lahirlah karya seni yang memiliki nilai estetis dan jugamengandung makna simbolis. Oleh sebab itu, bentuk suatu karya seni terdiri dari bentuk visual  (visual form) dan pesan simbolik yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas. Kedua elemen ini menjadi kunci utama dalam melahirkan karya seni, karena karya seni yang baik dapat dilihat dari bagaimana siseniman menyajikan bentuk visual (visual form) dan pesan atau informasi di dalamnya yang disampaikan secara simbolik. Pada prinsipnya bentuk atau wujud suatu karya seni tidak terbentuk dengan sendirinya, hal terpenting yang harus diperhatikan dalam melahirkan karya seni adalah bagaimana menyusu

review 3 jurnal seni rupa dan desain

1. Judul : SENI MENGGAMBAR  SEBAGAI WAHANA PENELITIAN DALAM  SENIRUPA DAN DESAIN (2017) oleh mistaqim Objek kajian seni rupa dan desain :  Umumnya setiap orang menyukai gambar, setidaknya setiap orang yang terlahir normal pernah menggambar sesuatu semasa hidupnya. Terlebih dulu perlu penulis nyatakan di sini bahwasanya yang  dimaksud dengan ‘seni menggambar’ sebenarnya adalah sebuah sebutan (figure of speech) yang oksimoronik, sebuah gaya bahasa yang mengada-ada demi mendapatkan efek retoris belaka  karena sebuah gambar sudah barang tentu adalah medium dari Seni, dan kerja membuat gambar pada dasarnya adalah pekerjaan seni. Lebih kurang, ini merupakan sebentuk kejanggalan linguistik yang mirip bunyinya dengan perkataan ‘sendiri dalam keramaian’, atau ‘tamu tak diundang’, atau ‘ingatingat lupa’. Mengenai gambar, pada umumnya masyarakat kita mempunyai anggapan common sense – yang entah disadari punya dasar atau tidak – bahwasanya  sebuah gambar itu kalau belum berwarna berarti belum sele